Parenting dan Kesholehan: Menata Niat Menjadi Kebanggaan Keluarga

Selasa 24-02-2026,10:30 WIB
Reporter : Acep Deden
Editor : Hilmi Pramudya

RADARTASIKTV.ID- Dalam hiruk-pikuk dunia modern, konsep "kebanggaan keluarga" sering kali terdistorsi oleh pencapaian material, gelar akademik, atau jabatan mentereng.

Namun, bagi Ustadz Salim A. Fillah, seorang dai yang dikenal dengan kedalaman diksi dan pemahaman sejarahnya, esensi dari kesuksesan parenting terletak pada satu titik hulu yang paling krusial: Niat.

Parenting bukan sekadar teknik berkomunikasi atau metode disiplin, melainkan sebuah perjalanan ibadah yang panjang.

BACA JUGA:Bikin Kuping Gajah Sendiri? Ide Kue Lebaran Gampang, Renyah, dan Anti Ribet!

BACA JUGA:Es Mangga Kuweni Segar Banget! Ide Minuman Buka Puasa yang Manis, Asem, dan Bikin Nagih

Menata niat dalam mengasuh anak adalah fondasi utama agar buah hati tidak hanya menjadi aset duniawi, tetapi menjadi tabungan abadi di akhirat.

1. Meluruskan Orientasi: Anak Sebagai Amanah, Bukan Milik

Ustadz Salim sering menekankan bahwa kesalahan pertama dalam parenting adalah perasaan "memiliki" anak secara mutlak. Ketika orang tua merasa memiliki, mereka cenderung memaksakan kehendak dan menjadikan anak sebagai proyek ambisi pribadi.

Dalam perspektif Islam, anak adalah amanah (titipan). Menata niat berarti menyadari bahwa kita sedang mengasuh "milik Allah" yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.

BACA JUGA:Menghafal Tanpa Menghafal: Kupas Tuntas Teknik Mendengar Berulang ala Ustadz Yusuf Mansur

Jika niatnya adalah menjalankan perintah Allah, maka rasa lelah dalam mengasuh akan berubah menjadi pahala. Kebanggaan keluarga bukan lahir dari prestasi anak yang bisa dipamerkan di media sosial, melainkan dari ketaatan anak kepada Sang Pencipta.

2. Kesholehan Orang Tua: Kurikulum Tak Terucap

Salah satu pesan kuat dari Ustadz Salim A. Fillah adalah bahwa kesholehan anak bermula dari kesholehan orang tua. Kita tidak bisa mengharap anak menjadi ahli tahajud jika orang tuanya masih berat melangkah ke masjid.

BACA JUGA:Rahasia Metode 3T ala Ustadz Adi Hidayat: Menghafal Al-Qur'an hingga ke Letak Barisnya

"Anak adalah peniru yang ulung, namun pendengar yang buruk."

Kategori :