Bahkan beliau mengajarkan doa yang sangat masyhur, terutama saat berharap bertemu Lailatul Qadar:
“Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni.”
"Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku."
Tarawih itu bukan cuma gerakan. Tapi koneksi dengan Allah SWT.
BACA JUGA:Banyak yang Belum Tahu, Ini Alasan Mengapa Rasulullah Sangat Menganjurkan Sahur
BACA JUGA:Ingin Rezeki Lancar dan Hati Tenang? Jangan Lewatkan Dzikir Ini Saat Sahur!
Sederhana Tapi Dalam
Menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat, ada dua tanda tarawih yang berkualitas.
Pertama, hati terasa tenang setelahnya. Ada kedamaian yang nyata.
Kedua, ada perubahan dalam diri.
Keinginan buat jadi lebih baik meningkat. Lebih semangat beramal saleh.
Lebih berat buat melakukan maksiat. Lebih sadar dalam bersikap dan berpikir.
Kalau setelah 12 atau 13 malam tarawih, hidup kita masih sama saja, mungkin ada yang perlu dievaluasi.
Bukan berarti salatnya sia-sia, tapi mungkin kualitasnya belum maksimal.
Tarawih Itu Tentang Transformasi
Di puncaknya, tarawih bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah proses transformasi.