RADARTASIKTV.ID - Bulan Ramadan adalah bulan segala ampunan.
Kalimat ini sering banget kita dengar. Di mimbar masjid, di kajian, di media sosial, bahkan mungkin sejak kecil kita sudah akrab dengan narasi itu.
Ramadan datang membawa rahmat, membawa maghfirah, membawa peluang bersih dari dosa.
Tapi jujur deh, setelah sebelas hari, lima belas hari, bahkan sampai akhir Ramadan, kenapa hati kita kadang masih terasa berat? Kenapa masih ada gelisah yang tersisa? Apa jangan-jangan kita hanya menahan lapar dan haus, tapi belum benar-benar menyentuh inti Ramadan itu sendiri?
BACA JUGA:Bukan Sekadar Rehat: Mengapa Tidur Nyenyak Adalah Investasi Terbesar untuk Kesehatan Mental
BACA JUGA:Menu Makan Malam yang Bikin Ngantuk: Daftar Makanan Alami Penunjang Tidur Berkualitas
Yuk, kita pelan-pelan pahami.
Ramadan Bukan Sekadar Menahan Lapar
Dalam banyak hadis sahih, dijelaskan bahwa Ramadan memang istimewa. Salah satunya diriwayatkan oleh Muhammad ﷺ:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Siapa yang berpuasa Ramadan dengan iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Diampuni dosa yang telah lalu. Bukan satu atau dua, tapi seluruhnya selama tidak dibatasi oleh syarat tertentu.
Masyaallah.
Tapi perhatikan dua kata penting di situ: iman dan ihtisab.