“Apa dosa yang sudah aku lakukan?”
“Siapa yang pernah aku sakiti?”
“Sudahkah aku minta maaf?”
Misalnya selesai membaca Al-Qur’an. Jangan langsung tutup dan lanjut aktivitas. Coba diam sebentar. Ingat-ingat dosa hari ini. Salah bicara ke orang tua. Emosi ke pasangan. Lalai dari salat tepat waktu.
Lalu hadirkan istigfar.
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.
Atau doa yang sangat dianjurkan di malam Ramadan:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.
Saat membaca doa ini, jangan cuma lisan yang bergerak. Hadirkan rasa bersalah. Hadirkan penyesalan. Itu yang bikin doa kita hidup.
Jangan Jadi Ramadan Versi Anak Kecil
Anak kecil berlatih puasa dengan sahur, tidur, menunggu buka. Itu wajar, mereka sedang belajar.
Tapi kalau kita yang sudah dewasa masih menjalani Ramadan seperti itu saja, rasanya sayang banget.