Sejak kecil kita hidup dari sugesti. Dari ucapan orang tua, guru, lingkungan. Itu membentuk cara kita melihat diri sendiri.
Sugesti adalah fondasi. Tapi yang membedakan orang yang ragu dan orang yang berani adalah keyakinan dalam bertindak.
Sebagian orang sibuk dengan “bagaimana kalau”. Sebagian lagi memilih, “bahkan kalau pun gagal, aku tetap maju.” Di situlah letak perbedaannya.
BACA JUGA:Dia Nggak Pernah Memilihmu, Tapi Kamu Tetap Bertahan? Ini yang Disebut Limerence
BACA JUGA:Stop Menyalahkan Diri! Begini Cara Pintar Orang Sukses Biar Konsisten Tanpa Paksaan
Berpikir Positif Tidak Selalu Berguna
Kita sering diajarkan untuk selalu positif. Padahal yang lebih penting bukan positif atau negatif, tapi berguna atau tidak.
Sebuah cara berpikir seharusnya membawa manfaat. Bermanfaat untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk lingkungan, bahkan untuk orang lain.
Kadang bersikap realistis lebih berguna daripada memaksakan optimisme yang tidak jujur.
Perubahan Dimulai dari Kejujuran
Orang bisa berubah. Tapi bukan karena ceramah panjang atau motivasi yang menggebu-gebu.
Perubahan biasanya terjadi ketika seseorang jujur pada dirinya sendiri dan berkata, “Aku tidak suka hidupku seperti ini.”
Kejujuran itu menyakitkan, tapi di situlah pintu transformasi terbuka. Tanpa kejujuran, kita hanya mengganti narasi, bukan mengubah sistem.
Berhenti Terlalu Banyak Memikirkan, Mulai Bertindak
Terlalu banyak pertimbangan sering membuat kita diam. Kita menunggu yakin, menunggu siap, menunggu sempurna.
Padahal data baru hanya muncul ketika kita bergerak.