RADARTASIKTV.ID- Di era digital yang serba cepat ini, orang tua sering kali terjebak dalam perlombaan mencetak anak yang cerdas secara akademik atau mahir dalam teknologi.
Namun, di tengah hiruk-pikuk modernitas, para guru mulia kita, seperti Habib Umar bin Hafidz dan Ustadz Abdul Somad (UAS), terus mengingatkan satu pondasi yang jauh lebih krusial: Adab.
Bagi para ulama, kecerdasan tanpa adab hanyalah alat yang bisa menghancurkan, sedangkan adab tanpa kecerdasan yang tinggi masih bisa menyelamatkan seseorang di dunia dan akhirat.
BACA JUGA:Resep Ayam Goreng Ketumbar Bawang Viral: Menu Buka Puasa Super Gurih dan Aromatik
Berikut adalah sari pati pemikiran kedua guru tersebut mengenai pembangunan karakter anak.
1. Adab di Atas Ilmu: Pondasi Utama dari Habib Umar bin Hafidz
Habib Umar bin Hafidz, seorang ulama besar dari Tarim, Yaman, sering menekankan bahwa inti dari pendidikan adalah Tarbiyah (pendidikan jiwa), bukan sekadar Ta'lim (pengajaran informasi).
Beliau berpesan bahwa adab mendahului ilmu. Seorang anak yang memiliki adab kepada orang tua, guru, dan sesama, akan lebih mudah menyerap keberkahan ilmu. Habib Umar menekankan pentingnya:
BACA JUGA:Resep Ayam Goreng Ketumbar Bawang Viral: Menu Buka Puasa Super Gurih dan Aromatik
Keteladanan Orang Tua: Anak adalah cermin dari orang tuanya. Jika orang tua ingin anaknya beradab, maka mereka harus memperbaiki adabnya terlebih dahulu di hadapan anak.
Kebersihan Hati: Mendidik anak bukan hanya tentang aturan fisik, tapi mengarahkan hati mereka untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya.
"Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti ruh tanpa jasad." — Pesan tersirat dari nilai-nilai yang dibawa Habib Umar.
2. Disiplin dan Tradisi: Perspektif Ustadz Abdul Somad
Ustadz Abdul Somad seringkali membawakan pesan adab dengan gaya yang tegas namun penuh makna. Beliau menekankan bahwa membangun karakter anak harus dimulai dari pembiasaan yang disiplin sesuai syariat.