Biar Gak 'Bucin' Sendirian: Tips Mencintai dengan Hati, Memimpin dengan Otak

Minggu 15-02-2026,09:00 WIB
Reporter : Acep Deden
Editor : Hilmi Pramudya

RADARTASIKTV.ID- Jatuh cinta sering kali digambarkan sebagai kembang api yang meledak-ledak di dalam dada. Secara biologis, otak kita memang sedang "dipesta-porai" oleh hormon dopamin, oksitosin, dan serotonin.

Efeknya? Mirip seperti kecanduan. Dunia terasa lebih cerah, kekurangan si dia tampak sebagai "keunikan", dan tiba-tiba saja, seluruh fokus hidup kita bergeser ke satu titik: si dia.

Namun, di sinilah letak bahayanya. Ketika perasaan mengambil alih kemudi sepenuhnya, logika sering kali dipaksa duduk di kursi belakang, bahkan terkadang ditendang keluar dari mobil.

BACA JUGA:Tanpa Al Khwarizmi, Tak Ada Komputer Modern: Kisah Ilmuwan Muslim Penemu Dasar Algoritma

BACA JUGA:Update 2026: Serunya Main Salju di Panama Park, Wisata Indoor Favorit Keluarga di Bandung

Padahal, hubungan yang sehat membutuhkan fondasi rasional agar tidak karam saat fase honeymoon berakhir. Bagaimana cara tetap waras saat sedang sayang-sayangnya?

1. Sadari Adanya Fase "Halo Effect"

Langkah pertama untuk tetap rasional adalah memahami bahwa otak kamu sedang menipumu. Dalam psikologi, ada yang disebut Halo Effect, di mana karena kita menyukai satu aspek dari seseorang (misalnya sifat humorisnya), kita otomatis menganggap dia juga punya sifat baik lainnya (seperti jujur atau setia), padahal belum tentu.

Tips: Berhentilah sejenak dan ingatkan diri sendiri bahwa dia adalah manusia biasa, bukan malaikat tanpa cela. Dia punya kekurangan, dan mengenali kekurangan itu bukan berarti kamu tidak sayang, melainkan kamu sedang melihatnya secara utuh dan jujur.

2. Jangan Mengabaikan "Red Flags" demi "Green Flags"

Sering kali, karena sudah terlanjur nyaman, kita sengaja menutup mata terhadap tanda-tanda bahaya (red flags). Kita sering beralasan, "Ah, dia cuma lagi capek makanya kasar," atau "Dia posesif karena dia terlalu sayang."

Logika harus berperan sebagai penjaga gawang di sini. Jangan menukar nilai-nilai prinsipilmu (seperti rasa hormat dan kejujuran) hanya untuk mempertahankan perasaan senang sesaat.

Jika ada sesuatu yang terasa janggal di hati kecilmu, itu biasanya logika yang sedang mencoba mengetuk pintu. Dengarkan.

3. Tetaplah Menjadi "Individu", Bukan Sekadar "Pasangan"

Kesalahan fatal saat jatuh cinta adalah meleburkan seluruh identitas diri ke dalam hubungan. Tiba-tiba hobi memancing ditinggalkan karena si dia tidak suka bau amis, atau teman-teman lama dilupakan karena waktu habis untuk berkirim pesan dengannya.

Kategori :