Menjaga rasionalitas berarti menjaga kemandirian. Tetaplah jalankan hobimu, kejar ambisi kariermu, dan jaga pertemananmu. Memiliki kehidupan di luar hubungan tidak hanya menyehatkan mentalmu, tapi juga membuatmu tetap memiliki perspektif objektif saat hubungan asmara sedang mengalami pasang surut.
4. Gunakan "Uji Waktu" dalam Mengambil Keputusan Besar
Saat sedang dimabuk cinta, ada dorongan impulsif untuk melakukan hal-hal besar: pindah kota demi dia, menginvestasikan uang bersama, atau bahkan memutuskan menikah dalam hitungan bulan.
Ingat, perasaan adalah cairan yang bisa menguap atau membeku. Sebelum mengambil keputusan permanen, gunakan logika untuk menguji waktu.
BACA JUGA:Update 2026: Serunya Main Salju di Panama Park, Wisata Indoor Favorit Keluarga di Bandung
BACA JUGA:Stop Buang Waktu! Begini Cara Pakai AI yang Sukses dan Efektif dengan Metode CRISPE
Beri jeda minimal 6 hingga 12 bulan untuk melihat bagaimana karakter aslinya muncul dalam berbagai situasi (saat dia marah, saat dia gagal, atau saat dia bosan). Logika butuh data, dan data butuh waktu.
5. Libatkan "Dewan Penasihat" Tepercaya
Ketika kita di dalam hutan, kita tidak bisa melihat bentuk hutan tersebut secara keseluruhan. Kita butuh orang yang berdiri di luar hutan. Itulah fungsi sahabat atau keluarga yang kamu percaya.
Jika orang-orang yang tulus menyayangimu mulai memberikan peringatan atau saran, jangan langsung defensif.
Mereka tidak sedang mencoba merusak kebahagiaanmu; mereka hanya menggunakan logika yang saat ini mungkin sedang sulit kamu akses karena tertutup kabut asmara.
BACA JUGA:Update 2026: Serunya Main Salju di Panama Park, Wisata Indoor Favorit Keluarga di Bandung
BACA JUGA:Tanpa Al Khwarizmi, Tak Ada Komputer Modern: Kisah Ilmuwan Muslim Penemu Dasar Algoritma