BACA JUGA:Masuk Usia 40? Ini 7 Makanan yang Bikin Tubuh Tetap Bugar dan Awet Muda Menurut dr. Andrea
3. Berbaring Setelah Makan
Kebiasaan langsung berbaring setelah makan menjadi pemicu utama naiknya asam lambung. Saat duduk atau berdiri, posisi lambung dibantu oleh gravitasi sehingga makanan tetap berada di bawah.
Namun, saat berbaring, otot sfingter esofagus bisa melemah sehingga makanan dan asam lambung mudah naik ke kerongkongan. Hal ini dapat memicu GERD. Solusinya, hindari berbaring setidaknya 2–3 jam setelah makan.
4. Makan Berlebihan
Makan dalam porsi besar hingga terlalu kenyang membuat lambung meregang. Peregangan ini dapat menyebabkan sfingter esofagus ikut terbuka, sehingga isi lambung lebih mudah naik.
Dr. Saddam Ismail menyarankan untuk makan secukupnya dan berhenti sebelum terlalu kenyang. Pola makan ini membantu lambung bekerja lebih optimal dan mencegah asam lambung naik.
5. Konsumsi Makanan dan Minuman Pemicu
Beberapa jenis makanan dan minuman diketahui dapat memicu naiknya asam lambung, seperti makanan pedas, berlemak, asam, gorengan, cokelat, kopi, dan minuman bersoda.
Setiap orang bisa memiliki pemicu yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mengenali makanan apa saja yang sering menimbulkan keluhan dan menghindarinya agar gejala tidak berulang.
BACA JUGA:Sering Scroll HP Berjam-jam? Mata Bisa Lelah hingga Buram, Ini Cara Sederhana untuk Menguranginya
BACA JUGA:Stop! Gula: Kenikmatan di Lidah yang Harus Dibayar Mahal oleh Darah
6. Merokok Setelah Makan
Merokok setelah makan dapat memperburuk kondisi asam lambung. Zat dalam rokok dapat melemahkan otot sfingter esofagus, mengganggu pencernaan, dan meningkatkan produksi asam lambung.
Selain berdampak buruk bagi paru-paru dan pembuluh darah, rokok juga merusak kesehatan lambung. Menghindari rokok dan asap rokok menjadi langkah penting untuk mencegah asam lambung naik.