Mengenal Ragam Gaya Menara Masjid, Jejak Arsitektur Islam dari Berbagai Peradaban

Mengenal Ragam Gaya Menara Masjid, Jejak Arsitektur Islam dari Berbagai Peradaban

Mengenal Ragam Gaya Menara Masjid, Jejak Arsitektur Islam dari Berbagai Peradaban--Photo by Pinterest

RADARTASIKTV.ID - Dalam sejarah islam, Menara atau minaret bukan hanya sekedar struktur tinggi yang digunakan salam menyeru adzan. Tetapi Menara memiliki arti lebih dari itu. Menara merupakan symbol budaya, identitas arsitektur dan representasi estetika dari setiap wilayah yang memeluk islam.

Mulai dari gaya ottoman hingga Yemeni, setiap gaya memiliki ciri yang khas dan latar sejarahnya sendiri, membuat layak dipahami sebagai bagian dari khazanah arsitektur global.

BACA JUGA:Polres Ciamis Salurkan Bantuan Untuk Korban Pergerakan Tanah, Warga Minta Direlokasi ke Tempat Aman

BACA JUGA:PGRI Tasikmalaya Gelar Workshop Seni Tari Untuk Guru, Seribu Peserta Dilatih Ajarkan Tari Kreasi ke Murid

Pesona Menara Ottoman. Elegan dan Menjulang Ramping

Menara ottoman dikenal dengan bentuknya yang ramping, tinggi dan meruncing di bagian puncaknya. Gaya ini lahir dari kejayaan kesultanan Ustmaniyah yang berpuast di Turki.

Menara ottoman biasanya terdiri dari satu hingga empat balkon kecil yang disebut dengan sefere, digunakan bagi muadzin yang akan mengumandangkan adzan. Keanggunannya sering menjadi ciri khas masjid-masjid besar seperti Masjid Biru di Turki.

Menara Masjid Agung Qairawan. Tegas, Kokoh dan Tertua di Dunia Islam Barat

Berbeda dengan gaya ottoman, Menara Masjid Agung Qairawan di Tunisia menghadirkan bentuk yang jauh lebih kokoh. Menara yang berbentuk segi empat tebal dengan permukaan polos, menonjolkan kekuatan kontruksi khas Afrika Utara.

Dibangun pada abad ke-8, Menara ini dianggap sebagai salah satu manera tertua yang masih berdiri dan menjadi inspirasi arsitektur masjid di wailayah Maghrib. Strukturnya yang tegas, menjadikannya symbol kemegahan sekaligus keteguhan spiritual masyarakat setempat.

Menara Gaya Mamluk. Detail yang Artistik, Mewah dan Berlapis

Menara Mamluk berkembang di mesir pada abad ke-13 sampai abad ke-16, dengan menampilkan gaya yang sangat kompleks, berornamen, dan bertingkat-tingkat.

Menara ini sering dihiasi motif geometris, ukiran batu dan bentuk lengkungan yang membuatnya tampak seperti karya seni raksasa. Elemen dekoratifnya mencerminkan kejayaan Dinasti Mamluk yang dikenal sangat mendukung seni dan arsitektur.

Ketika dilihat, gaya ini memberikan kesan yang megah sekaligus halus, menandakan tingginya kemampuan seniman dan arsitek muslim saat itu.

BACA JUGA:Imbas Aturan Baru Kuota Haji Banjar Anjlok Jadi 10 Orang, Kebijakan Waiting List Bikin Kuota Turun Drastis

BACA JUGA:HUT Ke-45 Satpam, Perkuat Sinergi Dengan Polri Jaga Kamtibmas, Momentum Perkuat Profesionalisme dan Soliditas

Menara Spiral Masjid Al-Mutawakkil. Ikon Unik dari Irak

Salah satu Menara yang paling unik dan mudah dikenali ialah Menara spiral Masjid Al-Mutawakkil di Samarra, Irak. Struktur ini berbentuk menara melingkar yang berputar ke atas seperti piramida bertangga.

Dibangun pada abad ke-9, menara ini menunjukkan gaya arsitektur Abbasiyah yang berani bereksperimen dengan bentuk-bentuk monumental. Keunikannya terletak pada jalan spiral di bagian luar yang memungkinkan seseorang berjalan mengelilingi Menara hingga ke puncak. Gaya ini sangat jarang ditemukan di tempat lain.

Menara Masjid Agung di Seville. Jejak Islam di Andalusia

Menara yang sekarang menjadi bagian dari Katedral Sevilla, Spanyol, awalnya merupakan Menara Masjid Agung Sevilla saat wilayah tersebut berada di Bawah kekuasaan kerajaan muslim. Gayanya yang menunjukkan sentuhan arsitektur Andalusia, memadukan keindahan dekoratif dengan struktur yang fungsional.

Ciri khasnya ialah bentuk persegi dengan dekorasi batu bata yang rapat dan simetris. Hingga kini, Menara yang dikenal sebagai Giralda menjadi salah satu ikon arsitektur eropa yang menyimpan jejak kuat budaya Islam.

Menara Yaman. Kokoh, Sederhana, dan Eksotis

Gaya Menara Yaman umumnya tampil dengan bentuk silinder besar, tebal, dan tampak lebih sederhana daripada gaya Mamluk atau Ottoman. Elemen visualnya minimalis tetapi tetap memberikan kesan yang megah.

Hal ini sejalan dengan karakter arsitektur Yaman yang banyak menggunakan material local dan gaya bangunan yang menyesuaikan iklim gurun. Kesederhanaan ini justru membuat Menara Yaman terasa eksotis dan sangat khas.

BACA JUGA:Bupati Tasikmalaya Wawancara Kandidat Direksi PT. Abhyakta, Tiga Calon Dinilai Punya Semangat

BACA JUGA:170 Kendaraan Bermotor Pemkot Banjar Nunggak Pajak, Terkendala Anggaran Jadi Alasan Belum Bayar

Menara Masjid sebagai Jembatan Sejarah Peradaban

Ragam gaya Menara di berbagai wilayah menunjukkan bagaimana islam mampu hidup berdampingan dengan budaya local dan menciptakan identitas arsitektur yang beragam.

Setiap Menara menciptakan ceritanya sendiri tentang kekuasaan, seni, inovasi hingga perjalanan spiritual sebuah masyarakat. Dengan memahami gaya-gaya ini, kita turut mengapresiasi kekayaan warisan Islam yang tersebar di seluruh dunia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: