Aksi Mahasiswa Tolak UU TNI Diwarnai Aksi Saling Dorong, Pengesahan Dinilai Buru-Buru dan Tidak Transparansi

Aksi Mahasiswa Tolak UU TNI Diwarnai Aksi Saling Dorong, Pengesahan Dinilai Buru-Buru Dan Tanpa Transparansi --Nurohman
RADARTASIKTV.ID - Himpunan mahasiswa islam cabang Tasikmalaya, poros revolusi Mahasiswa Tasikmalaya, dan Mahasiswa dari berbagai kampus di Tasikmalaya menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Tasikmalaya, senin siang.
Mereka menuntut pencabutan undang-undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang baru saja disahkan dalam rapat paripurna DPR RI pada kamis lalu.
Aksi ini merupakan lanjutan dari gelombang protes mahasiswa yang sebelumnya terjadi saat uu tni disahkan. Meski jumlah peserta aksi kali ini lebih sedikit, massa tetap menunjukkan ketegasan sikap dengan barisan yang dijaga ketat oleh petugas kepolisian.
BACA JUGA:Show Your Dream, Ajang Tampilkan Bakat Anak Disabilitas Serta Tanamkan Rasa Percaya Diri
BACA JUGA:Ratusan Warga Serbu Takjil Ice Cream Gratis di Masjid Agung, 500 Paket Takjil Dibagikan di 50 Titik
Koordinator lapangan massa aksi, Rendi Rizki Sutisna, menyampaikan kekecewaannya terhadap DPRD Kota Tasikmalaya yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Ia juga mengkritik proses pengesahan UU TNI yang dinilai terburu-buru dan tanpa transparansi. Yang menjadi kekhawatiran mereka adalah penambahan posisi jabatan sipil maupun bumn yang bisa diduduki TNI.
“Mereka hanya omon-omon. Entah ada ketakutan apa ketua DPRD ini sehingga tak berpihak pada rakyat. Takut ditegur pimpinan pusat. Ketua dprd tidak ada di barisaan rakyat. UU TNI ini disahkan grasak-grusuk. Hari ini, TNI bisa masuk ranah sipil, BUMN, dan lembaga pemerintah lainnya. Pemerintahan di era prabowo subianto sedang menghidupkan kembali Dwifungsi Abri,” ujar rendi.
Demonstrasi berlangsung dengan orasi dan pembentangan spanduk berisi tuntutan pencabutan UU TNI. Massa aksi menegaskan akan terus bergerak hingga ada respon konkret dari Pemerintah terhadap tuntutan mereka.
Di dalam gedung DPRD Kota Tasikmalaya, rapat paripurna ke-15 tengah berlangsung saat aksi unjuk rasa digelar. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Aslim, yang memimpin rapat tersebut, baru dapat menemui massa aksi setelah sidang rampung dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: